gerimis yang menyapu wajahmu
sesekali bergeletar selayak zikir senjakala
yang menciptakan hujan menjadi airmata
harusnya tak ada cinta, pun juga luka
yang selalu kau baca terbata-bata
gerimis yang menyapu wajahmu
sesekali melabuhkan hening, dan matahari yang kian kuning
adalah ranum pipimu yang
luruh di tangkai-tangkai angin
maka sungguh sia-sia, merindukanmu tanpa doa
ini bukan tentang lukisan luka
pun juga lembaran cinta
yang tak pernah selesai kau baca
Surabaya, 04 Maret 2010. 01:01 dini hari,
ketika wajahmu merangkai gerimis di luar kaca jendela
sesekali bergeletar selayak zikir senjakala
yang menciptakan hujan menjadi airmata
harusnya tak ada cinta, pun juga luka
yang selalu kau baca terbata-bata
gerimis yang menyapu wajahmu
sesekali melabuhkan hening, dan matahari yang kian kuning
adalah ranum pipimu yang
luruh di tangkai-tangkai angin
maka sungguh sia-sia, merindukanmu tanpa doa
ini bukan tentang lukisan luka
pun juga lembaran cinta
yang tak pernah selesai kau baca
Surabaya, 04 Maret 2010. 01:01 dini hari,
ketika wajahmu merangkai gerimis di luar kaca jendela

